Pedati Peduli Menjadi Jembatan Harapan untuk Sesama
Terkumpul
Rp 5.310.000
Target
Rp 15.000.000
19 Orang Baik Bergabung
Syadir Ali
Penggalang Terverifikasi
Cerita Aksi
Di sebuah gubuk kayu yang sudah miring dimakan usia, Ibu Rukini menghabiskan masa tuanya dalam kesunyian. Di usia tujuh puluh dua tahun, saat seharusnya seseorang beristirahat dengan tenang di tengah keluarga, Ibu Rukini justru harus berjuang melawan rasa lapar seorang diri.
Kemiskinan yang beliau alami bukan lagi sekadar kekurangan, melainkan kondisi yang mengancam nyawa. Tidak ada anak maupun saudara yang menemani. Untuk sekadar mengisi perut, beliau sering kali hanya mengandalkan air putih atau menunggu uluran tangan tetangga yang juga hidup dalam keterbatasan. Saat malam tiba dan hujan turun, lantai tanah di rumahnya berubah menjadi lumpur karena atap yang bocor di hampir setiap sudut.
Fisik Ibu Rukini kini sudah sangat lemah. Penglihatannya mulai kabur dan kakinya sering kali gemetar saat harus berjalan meski hanya beberapa langkah. Namun, yang paling memilukan bukan hanya rasa sakit di tubuhnya, melainkan perasaan dilupakan oleh dunia. Beliau pernah berkata bahwa ia tidak lagi takut pada kematian, ia hanya takut jika hari ini tidak ada lagi orang yang peduli apakah ia sudah makan atau belum.
Pedati Peduli hadir sebagai penyambung tangan bagi siapa saja yang ingin menjadi keluarga bagi Ibu Rukini. Kami mengajak Anda semua untuk bersama-sama memastikan bahwa di sisa usianya, Ibu Rukini bisa merasakan hidup yang lebih manusiawi.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan beliau setiap bulan, memberikan tempat tidur yang layak, serta memperbaiki atap rumahnya agar beliau tidak lagi kedinginan saat hujan melanda.
Setiap bantuan yang Anda berikan adalah napas baru bagi Ibu Rukini. Mari kita tunjukkan bahwa beliau tidak sendirian. Silakan berikan donasi terbaik Anda melalui platform ini atau bagikan cerita ini agar semakin banyak hati yang tergerak untuk membantu.
Terima kasih atas segala bentuk kepedulian dan kebaikan hati Anda.
Kemiskinan yang beliau alami bukan lagi sekadar kekurangan, melainkan kondisi yang mengancam nyawa. Tidak ada anak maupun saudara yang menemani. Untuk sekadar mengisi perut, beliau sering kali hanya mengandalkan air putih atau menunggu uluran tangan tetangga yang juga hidup dalam keterbatasan. Saat malam tiba dan hujan turun, lantai tanah di rumahnya berubah menjadi lumpur karena atap yang bocor di hampir setiap sudut.
Fisik Ibu Rukini kini sudah sangat lemah. Penglihatannya mulai kabur dan kakinya sering kali gemetar saat harus berjalan meski hanya beberapa langkah. Namun, yang paling memilukan bukan hanya rasa sakit di tubuhnya, melainkan perasaan dilupakan oleh dunia. Beliau pernah berkata bahwa ia tidak lagi takut pada kematian, ia hanya takut jika hari ini tidak ada lagi orang yang peduli apakah ia sudah makan atau belum.
Pedati Peduli hadir sebagai penyambung tangan bagi siapa saja yang ingin menjadi keluarga bagi Ibu Rukini. Kami mengajak Anda semua untuk bersama-sama memastikan bahwa di sisa usianya, Ibu Rukini bisa merasakan hidup yang lebih manusiawi.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan beliau setiap bulan, memberikan tempat tidur yang layak, serta memperbaiki atap rumahnya agar beliau tidak lagi kedinginan saat hujan melanda.
Setiap bantuan yang Anda berikan adalah napas baru bagi Ibu Rukini. Mari kita tunjukkan bahwa beliau tidak sendirian. Silakan berikan donasi terbaik Anda melalui platform ini atau bagikan cerita ini agar semakin banyak hati yang tergerak untuk membantu.
Terima kasih atas segala bentuk kepedulian dan kebaikan hati Anda.
Donatur Terbaru
Syadir Ali
14 MayRp 20.000
Syadir Ali
14 MayRp 50.000
Ida
14 MayRp 1.000.000
"semangat"
Syadir Ali
14 MayRp 20.000
Syadir Ali
14 MayRp 50.000
Syadir Ali
14 MayRp 50.000
Syadir Ali
14 MayRp 500.000
Syadir Ali
14 MayRp 20.000
Syadir Ali
14 MayRp 50.000
Syadir Ali
14 MayRp 500.000
Syadir Ali
14 MayRp 50.000
Syadir Ali
14 MayRp 1.000.000
Syadir Ali
14 MayRp 500.000
Syadir Ali
14 MayRp 50.000
Syadir Ali
14 MayRp 200.000
Syadir Ali
14 MayRp 50.000
Syadir Ali
14 MayRp 100.000
"Alhamdulillah "
Syadir Ali
14 MayRp 100.000
Syadir Ali
14 MayRp 1.000.000